Wednesday, 7 November 2018

Bongkar Rahasia Mudah Membaca Kuning

Selamat pagi sahabat santri master, bagaimana kabar anda kali ini? semoga kita semua dalam keadaan yang baik-baik saja dan tentunya di rahmati oleh Tuhan, pada artikel-artikel yang sebelumnya saya telah membahas banyak hal seputar dunia pesantren, dan kali ini saya akan membahas sebuah hal erat hubungannya dengan pesantren yaitu cara mudah membaca kita kuning.

Bongkar Rahasia Mudah Membaca Kuning


Bagi seseorang yang pernah merasakan hidup di pesantren tentunya tidak asing lagi dengan yang namanya sebuah kitab, apalagi kitab kuning. Namun, sayangnya tidak semua santri yang sudah lulus ataupun keluar dari pesantren hanya beberapa saja yang dapat membaca kitab kuning.

Cara Mudah Membaca Kitab Kuning

Nah, maka dari itu kali ini santri master akan mengupas tuntas mengenai Rahasia mudah cara membaca kitab kuning, adapun untuk dapat membaca kitab kuning diperlukan langkah-langkah, step demi step yang akan saya jelaskan dibawah ini:

Penguasaan Ilmu Nahwu

Kitab kuning merupakan sebuah kitab yang berbeda dengan kitab pada umumnya, kitab yang pada umumnya, semuanya sangat lengkap mulai dari harokat bahkan artinya, sementara kitab kuning hanyalah berupa kumpulan kalimat arab tanpa dilengkapi sebuah harakat dalam setiap hurufnya.

Maka dari itu, untuk dapat membaca kitab kuning ada sebuah analisa yang harus dikuasai oleh seseorang  untuk mampu membacanya. Dan sebuah alat analisa itulah yang disebut Ilmu Nahwu.

Apakah itu Ilmu Nahwu?

Ilmu nahwu adalah sebuah ilmu yang didalamnya membahas tentang sebuah pengharokatan lafadz arab serta membahas berubahnya akhir kalimat pada sebuah kalimat arab. Berdasarkan keterangan yang saya kutip dari kitab nahwu jurumiyah juz dua didalamnya menjelaskan Ilmu Nahwu adalah Ilmu

Pemahaman Ilmu Shorof

Dan tak kalah pentingnya dengan ilmu nahwu adalah ilmu shorof, apakah ilmu shorof itu? ilmu shorof adalah sebuah ilmu yang membahas perubahan sebuah makna kalimat dengan mengacu pada sebuah wazan tertentu. Adapun dalam ilmu shorof ada beberapa istilah yang berkaitan dengannya seperti tasrifan, kemudian wazan dan lain-lain.

Nah apabila teman-teman ingin membaca sebuah kitab kuning maka ada baiknya untuk memperdalam kedua ilmu diatas tersebut. Bahkan dalam beberapa riwayat menyebutkan bahwa ilmu nahwu dan ilmu shorof merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Adapula yang mengatakan pada sebuah pepatah bahwa ilmu nahwu dan ilmu shorof adalah Ibu dan Bapak dari segala ilmu.

Jadi, Ketika seseorang sudah dapat membaca kitab kuning secara lancar, maka dipastikan seseorang tersebut sudah benar-benar faham akan ilmu nahwu dan ilmu shorof. Sebab untuk dapat membaca kitab kuning dengan mudah diperlukan sebuah penguasaan sebuah ilmu yang disebut dengan ilmu nahwu dan ilmu shorof.

Selengkapnya

Wednesday, 24 October 2018

Rasa Sayange dan Malaysia

SAYA PUNYA SAHABAT di MALAYSIA


Saya punya sahabat perempuan di Malaysia. Kami kenal pertama dalam suatu pekan festival kesenian di Singapura. Rambutnya panjang. Kulitnya kuning langsat dan bersih. Dan ia ramah-tamah.

Rasa Sayange dan Malaysia


O ya, suka pakai kain Indonesia pula dia. Ketika kami jalan kaki di Orchad Road, melihat pakaian kami, termasuk kainnya yang diriap-riapkan angin seperti rambut panjangnya, banyak orang di jalanan yang menyapa dan menyangka kami dari Indonesia.

Sahabat perempuan saya ini tidak menyangkalnya. Saya pun tak ingin.

Dalam persahabatan, waktu itu seingat saya tak ada pikiran bahwa dia lain bangsa. Paling komunikasi kadang-kadang agak macet karena perbedaan pilihan kata. Misalnya, antara lain, ia bilang “ramai” untuk “banyak”.

Tapi kalau sekadar kegagapan model begitu, toh komunikasi dengan sesama bangsa sendiri juga sering terbata-bata lantaran perbedaan suku. Ada beberapa kata yang lain penerapannya atas sebab pengaruh tata bahasa setempat. Sopir-sopir taksi di Bali kalau mau omong “sebentar lagi (nyampe tujuan)” akan bilang “lagi sebentar”.

Kalau sampeyan nelepon orang Maluku, yang terima bilang orang tujuan sampeyan itu “ada”, juga jangan langsung seneng. Jangan langsung tanya, “mana?” Karena mungkin maksudnya ada itu hidup, tapi orangnya “ada pergi” alias sedang tak di tempat.

Bahkan buat sesama suku bangsa saja komunikasi kerap tersendat. Orang Jawa Solo misalnya, akan bilang “mari” untuk “sembuh” dari penyakit fisik. Orang Jawa Timur menggunakan “mari” untuk “rampung” atau “selesai”. Sembuh dari sakit fisik menurut mereka adalah “waras”. Tapi menurut orang Solo, “waras” berarti sembuh dari penyakit jiwa.

***

Dalam persahabatan, saya baru merasa dia itu agak lain sedikit dibanding sahabat-sahabat saya di Tanah Air, ketika untuk saling berkunjung saja ternyata kami memerlukan paspor. Ke sahabat-sahabat di Indonesia, saya tak memerlukan itu bahkan kadang tak problem kalau ketinggalan KTP.

Saya juga mengalami perasaan aneh sebagai berikut. Setiap ada kabar baik tentang Malaysia, saya sering inget kalau punya sahabat di sana.

Tengah bulan lalu saya dengar University Utara Malaysia bekerja sama dengan lima universitas di Indonesia. Keenam lembaga ini juga kerja bareng Exelcomindo di bidang telekomunikasi dan aerowisata di bidang perhotelan. Mahasiswa yang sedang belajar dapat melakukan prakteknya di kedua industri itu. Ketika itu saya ingat punya sahabat di Malaysia.

Tahun lalu saya dengar juga dari temen, orang Indonesia yang tinggal di sini tetapi lahir di Malaysia karena waktu itu bapaknya sedang bertugas mengajar matematika di sana, bahwa Malaysia terang-terangan mengaku berguru banyak pada orang Indonesia. Termasuk dalam cara membuat jalan tol. Ketika itu saya juga ingat punya sahabat di Malaysia.

Ketika Malaysia waktu zaman Mahatir Mohammad bikin cikal bakal tiga bangunan, Menara Petronas, Bandara KL, dan Sirkuit Sepang, saya ingat bahwa punya sahabat di Malaysia. Lebih-lebih inget ketika bangunan-bangunan yang belum populer itu udah rampung. Tambah inget lagi ketika pihak kehumasan Malaysia berusaha keras agar bintang Hollywood Sean Connery dan Catherine Zeta-Jones shooting film Entrapment di situ sehingga bangunan-bangunan tadi dikenal dunia.

***

Tapi biasanya saya lupa bahwa saya punya sahabat di Malaysia, kalau terdengar berita nggak enak tentang negeri itu. Terutama nggak enak dalam hubungannya dengan Indonesia.

Waktu mengemuka kasus rebutan kawasan dengan Indonesia, misalnya Sipadan, Ligitan dan Ambalat, saya lupa bahwa saya punya sahabat di sana. Begitu juga waktu menyeruak kabar-kabar soal penyiksaan TKI di Malaysia, penganiayaan insan perkaratean dari Indonesia, dan lain-lain. Termasuk ketika ada ribut-ribut kabar bahwa pencurian kayu terutama di Kalimantan dan Papua disokong oleh cukong-cukong Malaysia.

Dan ini, yang terakhir, Rasa Sayange dijadikan lagu latar kampanye pariwisata Malaysia.

Mungkin karena saya kesel tapi nggak tahu musti bilang apa, seperti kekeselan Jhonavid, pemain drum White Shoes and The Couples Company ketika diwawancara buat tulisan ini. Mungkin karena dalam kasus Rasa Sayange ini saya terlalu sibuk mikir keharusan kita buat lebih hati-hati di masa depan, seperti sikap komponis Addie MS dan Miss Indonesia 2006 Nadine Chandrawinata ketika diwawancara untuk maksud serupa.

Kesel dan pikiran ke depan bikin orang lupa yang lain-lain saat ini. Makanya saya lupa punya sahabat di Malaysia.

Atau mungkin karena sahabat saya cuma satu di sana. Tapi para pejabat mustahil cuma punya satu sahabat di sana. Mereka sebagian naik melalui jenjang karir, terutama yang di Departemen Luar Negeri. Sepanjang jenjang kenaikan jabatannya itu mereka pasti banyak punya kenalan dan sahabat di Malaysia.
Selengkapnya

Tuesday, 23 October 2018

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair

Sahabat Santri Master - Pada kesempatan yang lalu santri master sudah mengulas mengenai konsep dasar budidaya ikan mujair. Pada kesempatan kali ini saya akan memebahas tentang Pedoman Teknis Budidaya Ikan Mujair, meliputi kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan mujair.

Ikan mujair tergantung dari sistem pemeliharaannya bisa dilakukan menggunakan sistem 1 kolam 2 kolam dan lain sebagainya.

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair


Adapun-jenis kolam yang umum dipergunakan dalam budi daya ikan mujair antara lain:

Kolam pemeliharaan induk/koIam pemijahan Ikan Mujair


Kolam ini berfungsi sebagai kolam pemijahan, kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 m persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 kedalaman air 40-60 cm dengan dasar koIam sebaiknya berpasir.

Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan bibit mujair memiliki luas kolam tidak lebih dari 50-100 m persegi dengan kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/m. dengan lama pemeliharaan  di dalam kolam pendederan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.

Kolam pembesaran

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair

Kolam pembesaran berfungsi sebagai tempat untuk memelihara dan membesarkan benih selepas dari kolam pendederan. Adakalanya dalam pemeiiharaan ini diperlukan beberapa kolam pembesaran yaitu:

Kolam pembesaran tahap pertama

Kolam pembesaran tahap pertama berfungsi untuk memelihara benih ikan selepas dari kolam pendederan. Kolam ini sebaiknya berjumlah antara 2-4 buah dengan luas maksimum 250-500 m persegi/ kolam.

Pembesaran tahap pertama ini tidak dianjurkan memakai kolam semen, sebab benih ukuran ini memerlukan ruang yang luas.

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair


Setelah benih menjadi gelondongan kecil maka benih memasuki pembesaran tahap kedua atau langsung dijual kepada para petani.

Kolam pembesaran tahap kedua

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair

Kolam pembesaran tahap kedua berfungsi untuk memelihara benih gelondongan besar. Kolam dapat berupa kolam tanah atau sawah. Keramba apung juga dapat digunakan dengan jaring 1,25-1,5 cm. Adapaun jumlah penebaran pembesara sebaiknya tidak Iebih dari 10 ekor/m.

Kolam pembesaran tahap ketiga 

Analisis Pedoman Teknis dan Tahapan Budidaya Ikan Mujair

Kolam pembesaran tahapan ketiga berfungsi untuk membesarkan benih. Diperlukan kolam tanah antara 80-100 cm dengan luas 500. 2.000 m persegi.

Demikian sedikit informasi mengenai pedoman teknis dan tahapan budidaya ikan mujair, sahabat-sahabat yang memiliki pertanyaan seputar budidaya ikan mujair ataupun ikan- ikanan yang lainnya, saya persilahkan untuk berkomentar di kolom komentar. Terima kasih

Salam Santri Master

Baca Juga:



Selengkapnya

Monday, 22 October 2018

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Dasar Budidaya Ikan Mujair

Santri Master - Setelah terbilang cukup lama saya tidak menulis artikel, pada kesempatan kali ini saya akan membahas seputar dunia budidaya ikan terutama ikan mujair. Bagi anda yang pada saat ini ingin memulai sebuah usaha budidaya perikanan, tak ada salahnya jika anda mencoba usaha bisnis budidaya ikan mujair ini.
Mengenal Lebih Dalam Mengenai Dasar Budidaya Ikan Mujair

Ikan mujair merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, bentuk badan pipih dengan warna abu-abu, coklat atau hitam. Ikan ini berasal dari perairan Afrika dan pertama kali di Indonesia ditemukan oleh Bapak Mujair di muara Sungai Serang pantai selatan Blitar Jawa Timur pada tahun 1939. Ikan mujair mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam/ salinitas. Jenis ikan ini mempunyai kecepatan pertumbuhan yang relatif lebih cepat, tetapi setelah dewasa percepatan pertumbuhannya akan menurun. Panjang total maksimum yang dapat dicapai ikan mujair adalah 40 cm.

Memulai Bisnis Budidaya Ikan Mujair


Sentra perikanan terdapat di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan.  Klasifikasi ikan mujair adalah sebagai berikut:

  • Kelas : Pisces
  • Sub kelas : Teleostei
  • Sub-Ordo : Percoidea

Adapun jenis ikan mujair yang dikenal antara lain: mujair biasa, mujair merah (mujarah) atau jamerah, dan mujair albino

Manfaat Ikan Mujair ialah Sebagai sumber.penyediaan protein hewani. 

Persyaratan Lokasi Budidaya Ikan Mujair

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Dasar Budidaya Ikan Mujair

Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang dinding kolam. 

Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi. 

Ikan mujair dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 Mdpl. 

Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mujair harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan - bahan kimia beracun, dan minyak/ limbah pabrik. 

Ikan mujair dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan  sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir  akan sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fsik ikan mujair. 

Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m3. Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8. Suhu air yang baik berkisar antara 20-250 celcius.




Selengkapnya

Friday, 5 October 2018

Penulis Mental Tempe Goreng

Santri Master - Oke, Bro and Sis. kalau pada Fine alias Is Oke wae. penulis akan mengajak kalian semua makan tempe goreng buatan Cheef yang bermental tempe yang sudah bermetamorfosis menjelma menjadi  'Man Of Steel“, Apa sih mental tempe tuh?

Mental tempe berarti juga seseorang yang memiliki mental yang lembek, mudah hancur, tidak percaya diri, kalah sebelum berperang. Lawan dari 'Mental tempe' adalah 'Mental Baja' seseorang bermental baja merupakan orang yang tahan banting. berani mengambil resiko, selalu belajar dari pengalaman dan menyukai sesuatu hal yang baru, tatangan bagi  orang bermental baja merupakan mainan. 

Penulis Mental Tempe Goreng


Segala sesuatu tantangan yang menguji kemapuan diri seseorang yang bermental baja akan dihadapi dengan berbagai cara serta solusi-solusi yang menyegarkan walaupun solusi yang ia cetuskan belum tentu akan diterima oleh orang lain. Termasuk dalam dunia kepenulisan juga perlu menerapkan mental baja, jangan mengaplikasikan mental tempe karena menulis itu sedikit terlihat susah tapi gampang. sedikit terlihat gampang tapi susah sebab  menulis tidak semudah menggoreng tempe.

Pernahkah sahabat santri master melihat emak saat menggoreng tempe, pasti pernah bukan? saat kita mengamati emak menggoreng tempe terlihat sangat simple tidak perlu bumbu rempah tambahan, cukup dengan direndam dalam air garam setelah di iris persegi bisa langsung dimasukan ke dalam penggorengan setelah berubah warnanya dari putih menjadi agak kecoklat-coklatan tanda sudah matang dan langsung dimakan pun rasanya sedap. 

Setelah mengamati emak goreng tempet langsung kita praktikan pun dapat kita kerjakan, pertama ambil tempe, di iris tipis persegi, ambil garam seduh dengan air secukupnya, masukan tempe yang telah di iris terus langsung di goreng tunggu hingga berubah warna baru siap di hidangkan, Sedangkan menulis tidak bisa di lakukan sesimpel itu nanti kalau tulisannya kurang berkelas seperti tulisan anak Tk bisa-bisa dapat Qoute dari admin.

Sedangkan menulis tidak bisa di lakukan sesimpel itu nanti kalau tulisannya kurang berkelas seperti tulisan anak Tk bisa-bisa dapat Qoute dari admin plukme bunyinya seperti ini, "Jika menulis hanya sekedar menulis anak Tk juga bisa menulis." -P|ukme. Nah, kalau sudah dapet qoute macam itu baru kita berpikir dan membuat pertanyaan benar tidak ya tulisan saya seperti anak Tk? hehe maka dari itu sebelum dapet qoute tersebut usahakan menulis  jangan asal cepat seperti goreng tempe.

Butuh proses yang cukup lama untuk membuahkan sebuah tulisan yang berkelas, tulisan yang memiliki kualitas bagus minimal memiliki isi dan enak saat di baca, tidak membosankan dan tidak juga membingungkan, percuma jugakan jika tulisannya bagus tapi bikin bingung pembaca sehingga isi yang ada pada tulisan tidak tersampaikan dengan sempurna, atau kalau dikaitkan dengan menggoreng tempe, tempenya gosong. 

Siapa yang mau dengan tempe gosong acungkan jari! Haha, tidak ada yang mau Ya, sudah lah kalau begitu di buang saja ke tong sampah, toh kalau dimakan rasanya pahit mending pahitjamu ada yang manisnya, kalau makan tempe gosong pahit ya pahit blasss. hehe, So, berhubung masih di tempat kerja penulis pamit undur diri ya takut ketahuan sama Mr. Manager, wkwk. Bye-bye 

Wassallamuallaikum.
Selengkapnya

Begini, Parameter Yang Harus Dimiliki Seorang Penulis

Santri Master - Saya coba menjelaskannya dengan cara melingkar. Kalau badan ingin sehat, upaya apa yang sering kita lakukan? Berolah raga, makan yang bergizi, istirahat  yang cukup, atau mengonsumsi suplemen? 

Barangkali tidak ada yang salah dengan upaya tersebut. Namun, harap diingat kasus kesehatan adalah kasus subjektif yang berbeda antara satu orang dengan yang lain. 

Tindakan pencegahan yang efektif adalah terus menerus melacak dan menemukan takaran dan mekanisme yang berlangsung pada diri sendiri. Takaran dan mekanisme kebiasaan yang antara satu orang dengan yang lain berbeda. 

Begini, Parameter Yang Harus Dimiliki Seorang Penulis

Sayangnya, orang zaman sekarang tidak mandiri terhadap urusan kesehatan dan berbagai hajat hidup. Supaya sehat mereka ngebon suplemen. Supaya termotivasi mereka ngebon motivator. Supaya hati adem ayem mereka ngebon ahli tausiyah. 

Demikian pula untuk urusan kualitas tulisan--kita ngebon orang lain agar menentukan standarisasinya, parameternya, rambu-rambunya. Padahal sejauh yang disampaikan oleh orang tersebut adalah versi kualitas menurut yang bersangkutan, bukan versi kita.

Kita menggantungkan diri terhadap sesuatu dari luar. Padahal apa yang kita cari telah tersedia di  dalam diri. Kita tinggal melacak dan menemukannya. Mengapa kita tidak berdaulat memasang parameter kualitas tulisan--atau dalam urusan yang lebih luas, seperti kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan  menurut versi kita?

Kita melacaknya sambil belajar dan bercermin dari orang lain--bukan minta dibuatkan standar atau mengikuti parameter orang lain. 

Kalau ada yang bilang, "Karyamu kok tidak bermutu sih!"

Kita tinggal menjawab, "Karya bermutu itu  seperti ini. Kualitas menurut versiku sendiri." "Kamu anti kritik ya?" 

"Tidak. Silakan mengkritik karya saya. Bebas. Jangankan cuma mengkritik--kamu juga boleh mencaci, menghina dan menyampahkan karya saya. Saya akan terus menulis, karena berkualitas atau tidak berkualitas, saya memiliki parameter sendiri. Apakah kritikan itu saya jadikan pertimbangan, itu  soal lain. 

Begini, Parameter Yang Harus Dimiliki Seorang Penulis

Saya bebas dan berdaulat penuh menetukan definisi berkualitas atau tidak berkualitas. Orang lain silakan menggagas menurut versinya sendiri, dan saya tidak  akan mengusiknya."

Kita ini aneh: untuk hal-hal yang kita bebas menentukan, malah minta dibatasi. Kepada aturan dan ikatan yang harus dipatuhi, kita malah  melanggarnya. 

Gampang banget ngebon apa saja. mendatangkan batasan-batasan dari luar, yang sebenarnya kita  berdaulat melakukannya. 

Jadi, tentukan parameter kualitas menurut versimu sendiri--sambi| terus belajar dan merasa tidak puas dengan standar itu. Silakan saling bercermin, tapi  tidak membandingkan. 

Ayam tidak selalu lebih baik dari kucing, karena ayam adalah ayam, kucing adalah kucing. Ayam dan kucing tidak bisa diadu siapa yang lebih hebat. Mereka memiliki keunggulan sekaligus kelemahan  masing-masing. 

Yang tidak baik adalah merasa karya kita paling top, palingjos, paling hebat, paling berkualitas. Ini namanya sombong. Bersikap sombong sambil merendahkan karya orang lain adalah sikap yang tidak berkualitas.
Selengkapnya

Saturday, 22 September 2018

Wajib Tahu, 5 Hal Penyebab Santri Tidak Betah Di Pesantren

Assalamualaikum sahabat santri master, bagi kalian semua santriwan maupun santriwati dan umumnya semua pembaca blog santri master yang sangat saya cintai, hehehe. Tentunya sudah tidak awam lagi ketika kita mengetahui ada seorang santri yang ketika ia mondok hanya berlansung beberapa hari saja karena tidak kerasan, hal ini sudah merupakan hal yang biasa terjadi di kalangan masyarakat kita bukan?  

Wajib Tahu, 5 Hal Penyebab Santri Tidak Betah Di Pesantren
Santri menagis ingin pulang

Baca Juga: Cara Ampuh Santri Agar Betah Di Pondok Pesantren

Santri master kali ini akan mengupas pembahasan hal yang menyebabkan seorang santri tidak betah alias kerasan di pondok pesantren. Bagi kalian yang mungkin saat ini tengah mengalami hal ini tidak ada salahnya jika kalian menyimak beberapa hal yang akan di bahas oleh santri master.

Berikut 5 Hal yang menyebabkan santri tidak betah di pesantren


1. Malas


Jika kalian pada saat ini merasa tidak betah hidup di pesantren, ada baiknya kalian menyibukkan diri kalian dengan beberapa hal positif, jangan sampai kalian malas untuk melakukan banyak hal di pesantren, karena semakin kalian malas, maka semakin hari kalian akan merasa hiduo di pesantren merupakan sebuah kebosanan besar di hidup kalian. 

Bahkan, beberapa pengalaman yang dimiliki oleh penulis, seorang santri yang malas, maka dapat dipastikan dia akan mengalami penyesalan yang sangat ketika sudah berada di masyarakat. Karena dari kemalasan yang mereka lestarikan tersebut, mereka tidak mendapatkan sebuah hal yang berguna sedikitpun.

2. Tertutup 

Hidup di pesantren sangatlah berbeda dengan hidup di rumah ya teman- teman, dalam pesantren kita dituntut untuk hidup dengan berbagi, banyak sekali hal dapat kita bagikan dengan teman sesama santri, mulai dari materi maupun non materi, dengan budaya hidup berbagi ini kalian akan mendapatkan banyak teman di pesantren, maka jangan kalian hidup sendiri di pesantren dengan budaya tertutup dengan teman santri kalian.

Dengan berbagi, kalian akan mendapatkan banyak banyak teman karena kalian sudah menunjukkan keterbukaan kalian. Berbeda ketika kalian bersikap tertutup, teman-teman kalian pun akan meutup diri dari kalian juga. Nah, jika sudah banyak teman yang menjauh dari kalian, maka sudah dapa dipastikan hidup kalian dipesantren tidak akan nyaman, sehingga untuk betahpun akan terbilang sangat sulit.

3. Terlalu Sering Di Jenguk

Terlalu sering dijenguk oleh orang tua juga dapat menjadi penyebab para santri tidak betah di pesantren, maka dari itu banyak sekali pengasuh pesantren menghimabau kepada orang tua santri atau wali santri untuk tidak sesering mungkin mengunjungi anaknya ketika di pesantren.

Dari pengalaman penulis, pada saat pertama kali seorang santri mondok di pesantren, ada baiknya bagi kedua orang tua atau kerabat untuk tidak mengunjungi seorang santri baru sebelum 40 hari di pesantren.

Hal ini sebenarnya sebagai latihan mental pertama bagi santri baru yang ingin hidup di pesantren. ketika seorang santri tersebut sudah mampu menjalani 40 hari di pesantren tanpa adanya hubungan dengan orang tua maupun kerabat, maka dapat di pastikan ia akan mampu betah hidup di pesantren sesudahnya.

4. Boros 

Bagi para santriwan maupun santriwati, ada salah satu hal yang harus dihindari agar kita mampu hidup nyaman di pesantren yaitu hidup boros. 

Mengapa demikian?

Karena jika kita sudah terbiasa hidup boros, maka lama kelamaan kita akan lalai untuk menyadari tujuan utama kita di pesantren.

Kebanyakan jika sudah terbiasa hidup boros, seorang santri akan sangat sembronoh dalam mengatur hidupnya di pesantren. Sehingga tak lama kemudian mereka akan berandai-andai untuk menyudahi hidup di pesantren.

5. Sering Keluar Pondok Pesantren

Hal ini kerap kali terjadi bagi para santriwati, keluar dari pondok memang sebuah hal yang menyenangkan bagi para santri, dengan izin untuk membeli sebuah kebutuhan sekolah misalnya, mereka pergi ke sebuah toko untuk membeli segala kebutuhan mereka.

Namun, siapa sangka kebiasaan ini justru sangat tidak baik bagi santriwan dan santriwati. Karena bagaimanapun juga banyak sekali kemungkinan buruk yang terjadi ketika mereka keluar dari pesantren, ditambah lagi pergaulan luar yang saat ini sangat berbahaya.

Nah, dari kelima hal tersebulah kebanyakan para santri mersakan ketidaknyaman hidup di pesanten yang berakibat santri tidak betah.

Demikian sedikit ulasan Santri master mengenai 5 hal yang membuat santri tidak betah di pesantren, semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin...




Selengkapnya

Wednesday, 13 June 2018

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop


Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop |  Santri Master - Ponsel adalah sesuatu yang gapernah bisa dilepaskan dari kehidupan manusia di zaman edan ini. Dari ponsel pintar sampe ponsel jadul, dari yang murah sampe yang ga kebeli, dan sebagainya. Biasanya saya menggunakan hape saya untuk membuat postingan kalo lagi ga didepan komputer. Jadi kalo udah dikomputer, tinggal di pindahin ajar hape ke komputer dan dipublikasikan.

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop
Kalo waktu-waktu dulu , hape saya masih normal. Tapi semenjak diinstall ulang, eh ada kesalahan dan installan itu tidak sempurna (bisa tapi ada yang error dikit). Nah, hingga tiba saatnya.., hape saya ga terdeteksi oleh komputer. Tapi untung saya udah tau cara ngatasinya masalah HP atau ponsel yang ga kebaca di komputer, gininih caranya..



Langkah-Langkah


1. Hubungkan Hape atau ponsel kalian ke komputer atau laptop kalian (biasanya pake kabel USB)

2. Buka Devices and Printers dari Startmenu.

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop

3. Lalu klik File, dan pilih Device Manager. Kalo butuh konfirmasi, klik OK aja.

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop

4. Cari keberadaan HP kalian :v, lalu klik kanan dan pilih Uninstall. Kalo drivenya lebih dari 1 kaya digambar, Uninstall aja semuanya.

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop

5. Kalo udah, hubungkan ulang HP ke PC, kalo pake kabel USB berarti colokin ulang. Dan nanti bakal muncul notifikasi kaya dibawah ini. Kalo udah muncul kaya gitu, berarti lagi di Install ulang.

Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop

6. Selesai.

Sekarang coba cek lagi hape atau ponsel kalian. Kalo udah kebaca sama PC, berarti kalian berhasil. Kalo gagal, mungkin ada yang salah dengan hape atau ponsel kalian. Yaudah, segitu aja Cara Memperbaiki HP/Ponsel yang Tidak Terbaca di PC atau Laptop. Jangan lupa baca artikel saya yang lainya di Blog ini.











Selengkapnya

Wednesday, 6 June 2018

Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software)


Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software) | Jaman sekarang, Youtube pasti udah terkenal dimana-mana. Dari anak kecil sampe orang tua. Apalagi sekarang udah banyak Youtubers Indonesia yang udah terkenal, ga usah disebutin aja yaa :). Youtube sendiri menyediakan vidio-vidio yang sangat beragam, dari edukasi buat anak sampe vidio yang 'ahsudahlah'.
Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software)

Selain vidio-vidio tadi, Youtube juga banyak menyedialan vidio-vidio keren. Dari trailer game, atau film juga vidio klip artis terkenal. Makanya, ga jarang orang mau ngedownload vidio dari Youtube. Ada banyak Software yang menyediakan 'fasilitas' untuk mendownload vidio-vidio tersebut.
Nah, kali ini saya mau ngejelasin cara untuk ngedownload vidio Youtube tanpa Software dan hanya dengan menambahkan 2 huruf!. Biar ga penasaran, langsung aja...

Langkah-Langkah


1. Yang pertama, udah pasti kalian buka Youtube dulu dan cari vidio yang mau kalian Download
2. Kalo udah nemu vidio yang kalian mau, sekarang hapus url yang ' http://www. ' , dan ganti dengan 2 huruf spesial ini ' ss '. Misalnya, ' http://www.youtube.com/hanyacontoh ' kita ubah jadi ' ssyoutube.com/hanyacontoh '. Ikutin aja kaya yang ada digambar. Dan setelah itu tekan enter

Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software)

3. Tunggu beberapa saat sampe terbuka web baru, yang kayak gambar dibawah ini :


Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software)
4. Tunggu lagi sampe muncul link Download vidio kalian. Pilih juga resolusi vidio yang kalian mau (720 HD / yang lainya). Setelah itu klik ' Download '

Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini! (Tanpa Software)
5. Selesai, sekarang tinggal tunggu sampe vidio kalian selesai diDownload.

Sekian aja Cara Download Video Youtube Hanya Dengan Menambah 2 Huruf Ini. Jangan lupa untuk liat artikel saya yang lainya atau Subscribe aja biar ga ketinggalan, dan komen aja kalo kalian mengalami masalah saat nyobain.


Selengkapnya